Tutorial

Switch Legacy mode to UEFI mode without fresh install with two internal hard drives

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Cerita ini berawal setelah saya membeli Laptop HP Pavilion 14-bf00xx yang memiliki dual hard drive (SSD+HDD) di dalamnya. Laptop ini sudah memiliki Windows 10 Home original ketika dibeli. Windowsnya diinstall di SSD dan HDDnya digunakan untuk penyimpanan data pribadi.

Setelah sampai di rumah, saya menginstall GNU/Linux di HDD. Seperti biasanya, saya suka menggunakan mode Legacy untuk menginstall GNU/Linux. Ketika melihat BIOS Laptop ini, rupanya ada yang berbeda. Laptop ini memiliki BIOS mode UEFI dengan os boot manager. Sepintas saya tidak menghiraukan.

Singkat cerita, setelah saya selesai menginstall GNU/Linux, saya kembali menyetel ulang BOOT PRIORITY untuk membaca HDD terlebih dahulu. Namun ternyata yang terjadi adalah tetap yang dibaca sama Laptop ini adalah SSDnya (tempat windows 10). Saya bisanya masuk di GNU/Linux kalau menekan F9 lalu memilih booting ke HDD.

Perilaku ini tentunya tidak normal. Hal ini terjadi cukup lama karena saya menyerah untuk beberapa waktu. Menerima keadaan dan berfikir “mungkin memang seperti ini dibuatnya”.

Setelah beberapa bulan, saya merasa booting dengan F9 ini tidak nyaman. Akhirnya, berusaha lagi, menjelajah lagi, berfikir lebih keras lagi. Alhamdulillah, terjawab juga. Bagaimana caranya? Berikut ini saya mencoba berbagi, semoga bermanfaat. Oh iya, sebelum mencoba, datanya yang penting silahkan dicadangkan dulu. Mencegah lebih baik dari pada kehilangan, kan?

Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Siapkan USB Live image GNU/Linux. Dalam kasus ini saya menggunakan Ubuntu.
  2. Buat USB Live Ubuntu mode UEFI. Saya tidak akan menjelaskan caranya karena tutorial tentang ini, banyak.
  3. Booting dengan USB Live Ubuntu UEFI yang telah dibuat tadi. Ketika booting device di bios, pastikan anda memilih USB UEFI Ubuntu.
  4. Setelah masuk di Ubuntu Livenya, silahkan cek partisi dengan perintah fdisk -l atau menggunakan gparted untuk mode GUI.
sudo fdisk -l

Pada gambar di atas, HDD dan SSD saya sudah gpt. Nah, bagi teman-teman yang belum gpt perlu diubah dulu karena UEFI maunya kalau HDDnya tipe gpt. Caranya bisa lihat di sini.

5. Buat partisi sebesar 200MB kemudian format dengan FAT32. Partisi ini nantinya yang akan menjadi tempat EFI/UEFI.

model partisi pada laptop saya

6. Setelah selesai dengan langkah ke 5, selanjutnya adalah bermain di terminal:

  1. Mounting partisi / (root) anda. Partisi root saya ada di /dev/sda3.
    $ sudo mount -t ext4 /dev/sda3 /mnt
  2. Mounting partisi 200MB yang sudah dibuat tadi.
    $sudo mount /dev/sda5 /mnt/boot/efi
  3. Mounting direktori file system dengan perintah:
    # for i in /dev/ /dev/pts /proc /sys ; do mount -B $i /mnt/$i ; done
    (kalau tidak berhasil dengan sudo silahkan masuk root untuk perintah di atas)
  4. Untuk akses internet chroot:
    # cp /etc/resolv.conf /mnt/etc/resolv.conf
  5. Cek UUID partisi EFI yang sudah dibuat sebelumnya:
    $ sudo blkid
UUID partisi EFI pada /dev/sda5

7. Masuk ke chroot:
$ sudo chroot /mnt
kemudian masukkan UUID partisi EFI anda dengan:
# nano /mnt/etc/fstab
isikan sesuai UUID anda:

8. Masih di lingkungan chroot, install grub-efi
# apt-get remove grub-pc
# apt-get install grub-efi
# grub-install /dev/sda
Jika tidak ada aral melintang silahkan lanjut ke langkah berikutnya.

9. Cek EFI dengan
# file /boot/efi/EFI/debian/grubx64.efi
Keluarannya:
/boot/efi/EFI/debian/grubx64.efi: PE32+ executable (EFI application) x86-64 (stripped to external PDB), for MS Windows
Selanjutnya,
# efibootmgr

lihat Boot0004* debian

Jika keluarannya seperti gambar di atas, berarti anda sudah berhasil.

10. Keluar dari dari chroot dengan perintah exit kemudian reboot

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, seharusnya di bios anda sudah mendeteksi OS debian UEFI di HDD.

debian telah terdeteksi di OS boot Manager pada BIOS

Silahkan mencoba booting komputer anda secara normal. Jika berhasil maka grub akan seperti ini:

grub telah mendeteksi windows 10

Jika windows anda tidak terdeteksi di grub, tapi GNU/Linux anda berhasil booting normal. Silahkan lakukan update-grub setelah masuk di GNU/Linux anda.

Akhir kata, mohon maaf atas segala kekurangan.

Selamat mencoba!

Referensi: https://blog.getreu.net/projects/legacy-to-uefi-boot/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *